Kasus Kepergian Messi Memanas, Perang Pemikiran Laporta & Tebas Makin Tak Berujung

Kasus kepergian Lionel Messi dari Barcelona menjadi salah satu topik panas sepak bola dunia dalam beberapa hari terakhir. Hal itu terasa wajar mengingat kontribusi luar biasa Messi sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah Barcelona. Di tengah memanasnya kasus kepergian Messi, kondisi sama juga dirasakan oleh Joan Laporta selaku presiden Barcelona.

Laporta dikabarkan terus beradu argumen dengan Javier Tebas yang tak lain merupakan Presiden La Liga. Dilansir Marca , Laporta lebih banyak berbicara perihal ketidakmungkinan pihaknya memperbarui kontrak Messi lantaran beberapa hal. Laporta pun menyalahkan dewan klub sebelumnya yang dianggap tidak becus dalam mengurus keuangan klub.

Kegagalan Barcelona mempertahankan Messi juga tak lepas dari hasil pertemuan antara Laporta dengan Javier Tebas, beberapa waktu lalu. Diceritakan bahwa ketidakberhasilan Barcelona untuk memperpanjang kontrak Messi lantaran sikap penolakan yang dilakukan pihak klub. Penolakan yang dimaksud soal keengganan Barcelona untuk menerima perjanjian antara La Liga dengan CVC, investor baru.

Rencana perjanjian itu sempat disampaikan Tebas kepada Laporta pada sesi makan malam 14 Juli lalu. Perjanjian tersebut disebut menghasilkan uang 2,7 milliar euro ke pihak La Liga. Dimana 15 persen diantaranya dapat digunakan untuk urusan penandatangan pemain baru dan gaji oleh pihak klub di La Liga.

Hanya saja pihak Barcelona yang diwakili Laporta menolak secara tegas rencana tersebut. Seperti yang dijelaskan oleh Laporta pada hari Jumat, 6 Agustus 2021 lalu. Laporta menegaskan tak ingin menggadaikan masa depan klub hanya untuk memastikan kelangsungan satu pemain saja.

Keputusan Laporta itu pun mendapatkan tanggapan sentimen dari Tebas secara langsung. "Kesepakatan dengan CVC sejatinya tidak menggadaikan hak siar televisi Barcelona selama 50 tahun ke depan," tegas Tebas. "Apa yang dilakukannya justru akan memberi nilai lebih kepada semua klub sehingga dapat menyelesaikan hutang besar klub anda,".

"Sekarang jika kami memiliki nilai 2,4 milliar euro, dengan peluang tumbuh, anda khawatir tentang pendapatan Liga Spanyol pada masa mendatang?,". "Kami telah membuktikan anda salah, seperti orang orang yang lain lebih muda lebih mampu memperhatikan kami," tukasnya menambahkan. Apa yang disampaikan Tebas seakan memanaskan situasi dengan cara berperang secara pemikiran melawan Joan Laporta dalam menyikapi kepergian Messi.

Kehilangan Messi tentu akan menjadi kerugian besar bagi Barcelona dan Liga Spanyol dalam berbagai aspek. Hal ini mengingat sosok La Pulga itu telah menjadi ikon baik bagi Barcelona maupun Barcelona hampir dua dekade terakhir. Kepergian Messi tentu akan memiliki dampak signifikan terhadap aspek pemasaran dan pendapatan tim maupun kompetisi tersebut.

Menarik untuk melihat bagaimana drama kepergian Messi akan seperti apa dampaknya bagi Barcelona dan kompetisi Liga Spanyol nantinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.