Profil Verawaty Fajrin, Legenda Bulu Tangkis Indonesia yang Meninggal Dunia karena Sakit Kanker

Atlet legenda bulu tangkis Indonesia, Verawaty Fajrin, mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu (21/11/2021). Kabar duka ini dibagikan akun Instagram @badmintalk_com Verawaty meninggal setelah berjuang melawan penyakit kanker paru paru dalam beberapa bulan terakhir.

Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un. Turut berduka cita atas meninggalnya Mbak Verawaty Fajrin, salah satu legenda bulu tangkis Indonesia yang banyak menorehkan prestasi untuk tanah air Indonesia pada tahun 1980 an hingga 1990 an. Beliau meninggal setelah berjuang melawan penyakit kanker paru paru dalam beberapa bulan terakhir ," tulis @badmintalk_com, Minggu.

Pada Oktober 2021 lalu, kondisi Verawaty sempat dikabarkan membaik saat dirawat di RS Kanker Dharmais Jakarta dan harus menggunakan alat bantu pernapasan. "Seperti batuk udah sembuh, oksigen gak selalu dipakai." "Mudah mudahan hari hari selanjutnya, berlanjut ke paru parunya yang membaik. InsyaAllah," ucap suami Verawaty, Fadjriansyah, saat dihubungi , Senin (4/10/2021).

Kala itu, Verawaty dirawat di ruang VIP RS Kanker Dharmais atas bantuan rekannya, Rosiana Tendean. Rosi sendiri pernah menjadi pasangan Verawaty semasa keduanya masih menjadi atlet. Dikutip dari , Verawaty Fajrin lahir di Jakarta pada 1 Oktober 1957.

Ia lahir dengan nama Verawaty Wiharjo sebelum akhirnya menjadi mualaf pada 1979. Setelah memeluk Islam, ia mengganti namanya menjadi Verawaty Fajrin. Mengutip , Verawaty pernah bermain di semua kategori bulu tangkis, yaitu tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran.

Ia mengawali kariernya sebagai atlet bulu tangkis profesional pada 1977 dalam turnamen Dutch Open. Kala itu, ia berpasangan dengan Imelda Wiguno. Verawaty bersama Imelda sukses meraih emas di sejumlah pertandingan.

Setelahnya, Verawaty masih terus mendulang emas ketika bermain sebagai tunggal putri. Diketahui, ia debut sebagai tunggal putri pada All England tahun 1980 dan berhasil menjadi runner up. Di tahun 1986, ia comeback bersama Ivana Lie setelah sempat vakum dalam kurun waktu 1983 1985.

Sebelum meninggal dunia, Verawaty cukup aktif di dunia politik. Ia bergabung dengan Partai Gerindra dan menjadi Anggota Dewan Penasehat. All England (1980): Medali Perak;

Kejuaraan Dunia IBF (1980): Medali Emas; SEA Games (1981): Medali Emas; Indonesia Open (1982): Medali Emas.

Dutch Open (1977): Medali Emas bersama Imelda Wiguno; Denmark Open (1978) : Medali Emas bersama Imelda Wiguno; Asian Games (1978) : Medali Emas bersama Imelda Wiguno;

All England (1979) : Medali Emas bersama Imelda Wiguno; Canada Open (1979) : Medali Emas bersama Imelda Wiguno; Kejuaraan Dunia IBF (1980) : Medali Perak bersama Imelda Wiguno;

SEA Games (1981) : Medali Emas bersama Ruth Damayanti; All England (1982) : Medali Perak bersama Ruth Damayanti; Indonesia Open (1986) : Medali Emas bersama Ivana Lie;

China Open (1986) : Medali Emas bersama Ivana Lie; Chinese Taipei Open (1986) : Medali Emas bersama Ivana Lie; Grand Prix Bulu Tangkis Dunia (1986) : Medali Emas bersama Ivana Lie;

SEA Games (1987) : Medali Emas bersama Rosiana Tendean; Indonesia Open (1988) : Medali Emas bersama Yanti Kusmiati; Asian Championships (1988) : Medali Emas bersama Yanti Kusmiati;

Asian Games (1990) : Medali Perunggu bersama Lili Tampi. Malaysia Open (1986) : Medali Emas bersama Bobby Ertanto; World Open (1986) : Medali Emas bersama Eddy Hartono;

Malaysia Open (1988) : Medali Emas bersama Eddy Hartono; Kejuaraan Dunia IBF (1989) : Medali Perak bersama Eddy Hartono; Indonesia Open (1989) : Medali Emas bersama Eddy Hartono;

SEA Games (1989) : Medali Emas bersama Eddy Hartono; Dutch Open (1989) : Medali Emas bersama Eddy Hartono; Grand Prix Bulutangkis Dunia (1989) : Medali Emas bersama Eddy Hartono;

Asian Games (1990) : Medali Perak bersama Eddy Hartono.

Leave a Reply

Your email address will not be published.